Kisah ini terjadi 1 September 2010 tepatnya pada Malam Jumat Legi pukul 23.00 wib. Namun, kami tak menyadarinya… Sampai keesokan harinya Sabtu, firasat kami membawa kami tuk memeriksakan kehamilanku di dokter kandungan kami… Awalnya sungguh tak ada rencana kami tuk memeriksakan kandunganku ini… Karna pada hari itu kami hanya berniat tuk sekedar menemani adik-adik kami (Karina & Rio) membeli pernak-pernik lebaran mereka… Karina udah menemukan yang ia inginkan yakni sepasang sandal cantik nan imut.. Meski ia baru kelas 6 SD tapi seleranya udah mature loh…. Sedangkan Rio sendiri malah membeli hamster lengkap dengan rumah dan makanannya… Emang ada-ada aja adikku ini bukannya ingin beli baju tuk lebaran eh.. malah pengennya hamster… ^^
Setelah itu, kami pun beranjak pulang namun di tengah perjalanan pulang… Tiba-tiba kami bersepakat tuk pergi ke dokter kandungan karna lumayan lama kami tak memeriksakan janin yang ada dirahimku… Suamiku pun dengan sigap mermarkir mobil dan aku pun turun tuk mendaftar… Aku pun mengecek berat badanku.. Astagfirullah turun drastis ’6kg’… Apa gerangan yang terjadi ya Alllah???
Ehmmm… Lumayan lama menunggu antrian.. Akhirnya tiba juga giliranku… Dokter pun menyambut kami dengan senyumnya yang ramah… Menanyakan kabar kami… Lalu akhirnya meminta saya tuk berbaring guna mengecek janin di rahimku… Aku pun berbaring… Dokter mulai men- USG rahimku…
dan…
Ia bingung…. sangat kageeett…
Rahimku kosong…
Ia terperanjat tak percaya…
Terlebih diriku…
Aku hanya terdiam termenung.. Tak tahu harus bagaimana.. Tak tahu apakah ku harus percaya ini semua… Atau…. Saya pun beranjak dari klinik tersebut… Bergegas menceritakan kepada suamiku… Dia terdiam hanya memandangku kosong… Tatapannya sangat pedih… Namun akhirnya ia hanya tersenyum padaku dan membelai kepalaku… Lalu, suamiku mengajakku berkonsultasi dengan Mak adalah seseorang yang dipercaya memiliki indra keenam… Memang di zaman serba canggih seperti sekarang ini sepertinya terlalu riskan percaya dengan hal-hal diluar akal sehat kita… Akan tetapi, Mak telah kukenal sejak ku kecil… Ia juga tak lain adalah nenek dari sahabat kecilku… Tak ada salahnya pikirku tuk bercerita padanya… Siapa tahu ia kan memberi kami sedikit pencerahan… Ia pun sudah mengetahui kehamilanku sejak awal… Dan turut bersuka cita mengetahui kabar gembira ini… Ia menasehatiku tuk selalu berhati-hati apalagi naik kendaraan… Hindari goncangan…
Tak ayal lagi tuk meyakinkan diri, kami pun bergegas langsung menuju kediaman Mak setelah dari dokter kandunganku… Pikirku mungkin Muhammadku..(“Ini nama yang aku & suamiku berikan bagi calon anak kami ini sejak awal kehamilanku”) bersenyembunyi saja… Kami pun telah tiba di tempat Mak…
Tok.. tok… tok…
Assalamualaikum **ujarku
Wa’alaikumsalam Mak pun menjawabnya… Aku pun di persilahkan masuk…. Sedangkan suamiku menunggu di mobil bersama adik-adik karena hujan sangat lebat mengiringi perjalanan kami sedari dokter kandunganku tadi… Mak pun menanyakan kabarku.. Aku hanya tersenyum dingin… Karna aku sangat bingung… dan kalut…. Dalam hati terus berdoa bagi Muhammadku…
Mak pun mempersilahkanku masuk tuk memeriksa janinku… Mak sangat terkejut… Karna ia tak menemukan apapun di dalam rahimku… Aku terdiam kaku… Tak sepatah kata pun terucap dariku tuk menanggapi pernyataan Mak… Mak tersenyum… Memintaku beristigfar… Memasrahkan & mengikhlaskan semua… Aku menjadi semakin kaluut… Apa yang terjadi??? Mak pun akhirnya berusaha menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada baby kami…
Nak… Sabar ya…
Ora opo-opo… Ada orang penting yang mengambilnya…
Aku terperangah… Aku bertambah bingung….
Apa maksudnya Mak??? Aku bertanya….
Nak, anakmu diambil orang penting…
Aku binguuuuuuuuuuuuuuuung….
Sabar ya Nak…. Sabar….
Mak selalu mengulangi kata-katanya…
Kemudian aku baru bisa mencerna apa yang dimaksud Mak…. Oh Muhammadku…. TELAH DIAMBIL ORANG…. Sungguh teganya mereka.. Sampai hati mereka kepada kami… Apa salah kami kepada mereka??? Apakah terlalu besar dosa kami??? Sehingga harus ditebus dengan Muhammad kami??? Ya Allah… Ya Rabb… Allahu Akbar…. Allah Maha Besar… Tak ada yang akan terjadi di dunia ini tanpa izinMu…
Mak pun melanjutkan ceritanya… Nak, janinmu telah diambil Jumat Legi kemarin tepatnya jam 23.00 wib… Mereka sangat menyukai kalian berdua… Mereka sudah lama tidak memiliki anak…
Aku kian memperbanyak istigfarku.. bersolawat tanpa henti.. Dan kemudian aku pun berpamitan dengan Mak…
Sesampainya di mobil aku pun menceritakan pada suamiku apa yang sebenarnya terjadi… Ia hanya tersenyum dan membelai kepalaku… Air mataku akhirnya tumpah juga… Aku tak sanggup lagi menahannya… Setibanya di rumah… Isak tangis pun tambah menjadi-jadi… Mama sangat terkejut… Ia langsung menghampiriku dan memelukku erat seolah tahu apa yang terjadi… Aku pun menangis sejadi-jadinya dipelukkan Mama… Mama memintaku beristigfar… Menanyakan apa yang sebenarnya terjadi???
Aku pun bercerita… Mama sangat shock mendengarkannya… Mama sungguh tak menyangka kejadian ini bisa menimpaku… Mama tersenyum sambil memelukku dengan hangat… Membiarkanku menumpahkan segala kesedihanku padanya…. Suamiku tersenyum padaku…
Setelah aku agak tenang suamiku memintaku tuk ke kamar… Ia membelaiku… Menguatkanku… Walau ku tau jauh di lubuk hatinya terdalam ia jauh lebih sedih dan terluka atas kejadian ini… Namun, ia tetap tersenyum… Tetap tegar dihadapanku… Mencoba menenangkanku… Menyadarkanku semua ini kan ada hikmahnya… Ada rahasia besar ALLAH TA’ALA dibalik semua ini… Semua ini pasti yang terbaik bagi kami….
hupppsss… Aku hanya bisa menghela nafas & tersenyum bahagia di dekapan suamiku tercinta saat mendengar nasehatnya padaku ini…
Terima kasih sayangku karna engkau selalu berusaha tersenyum padaku….
Terima kasih cintaku karna engkau selalu berusaha membuatku tersenyum meski di saat ku tak mampu tuk tesenyum…
Terima kasih ayah karna engkau selalu menyadarkanku di saatku galau…
Terima kasih penjaga hatiku karna engkau selalu menguatkankku di saat jiwaku rapuh…
Terima kasih suamiku karna engkau telah hadir dalam hidupku dan semoga sampai tutup usiaku nanti…
Amin ya Rabb….
Kabar mengenai baby kami pun telah diketahui oleh Mertuaku… Ibu pun mengajakkku tuk mengecek ke Bu Muji… Bu Muji bisa mengobati dan paham tentang masalah kehamilan… Ia pun tahu permasalahanku dan memintaku tuk berpasrah… Semua ini pasti ada hikmahnya… Ibu Mertuaku mengajakku kesana tuk melihat apakah kondisiku baik-baik saja setelah kejadian itu…. Dan alhamdulilah aku sehat wal afiat berkat lindungan Allah swt…
Alhamdulilah ya Khalik…
Meskipun demikian… Hari demi hari… Hatiku masih terasa tersayat… Sedih mengenang Muhammadku….
Ayah bunda teramat merindukanmu Nak…
Ia yang sudah menemaniku hampir lima bulan kini hilang begitu saja…. Ia yang selama ini kubelai terus namun kini tak bisa lagi…. Sungguh sakit jiwaku ini bila mengenangmu Nak…
Namun doa bunda & ayah kan selalu bersamamu dimanapun kau berada… Meski kita tak bisa bersama di kehidupan ini… Semoga kelak kita kan dapat dipertemukan di kehidupan lain yang jauh lebih indah dan bahagia kelak di sisi Allah swt…
Amiiiiiiin….
Bunda kangeeeeeeeeeeeen banget dengan sayang ‘Muhammad’….
Peluk cium selalu buat Muhammad sayang dari Ayah & Bunda…
Semoga kelak engkau kan menjadi anak yang membanggakan…. Dapat selalu istiqomah di Jalan Ilalhi Robbi… dan selalu diberkahi kesuksesan lahir batin Allah swt….
Amiiiiiinnn…
LOVE U Muhammadna Ayah Bunda…
Ayah dan Bunda kan selalu merindukan Muhammad…
Jaga diri ya Nak ^^









